Minggu, 20 Mei 2012

Beberapa Desain Sepeda yang Unik dan Canggih

Dunia semakin dihantui dengan keterbatasan sumber energi dan bahan bakar. Sebagai alat transportasi manual yang ramah lingkungan, sepeda kini mulai menjadi perhatian banyak orang, khususnya mereka yang aware dengan krisis bahan bakar dan kondisi lingkungan. Di tangan ahli, sepeda bisa menjadi suatu alat transportasi modern kelak, mungkin inilah beberapa konsepnya..

Sabtu, 19 Mei 2012

Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik – Honda PGM-FI


Seiring berkembangnya teknologi dan kesadaran manusia akan lingkungan, regulasi mengenai aspek lingkungan dewasa ini diterapkan begitu ketat, khususnya untuk kendaraan. Uni Eropa dan negara-negara maju lainnya seperti Jepang, Inggris dan Amerika Serikat telah memberlakukan peraturan tentang batas emisi gas buang kendaraan sebagai salah satu upaya menekan polusi udara dan menjaga  kesehatan lingkungan.

Honda sebagai pemimpin pasar kendaraan roda dua di Indonesia pun tak mau ketinggalan. Brand asal Jepang yang sudah terkenal sebagai produsen sepeda motor irit harga terbaik ini melalui divisi riset dan pengembangannya, dengan semangat perubahan untuk menyebarkan kebaikan kepada dunia, telah berhasil menciptakan teknologi baru dengan konsep dan fitur ramah lingkungan yang telah diaplikasikan dalam produksi sepeda motornya. Teknologi ini dinamakan PGM-FI atau Programmed Fuel Injection, yang secara harfiah dapat diartikan Sistem Injeksi Bahan Bakar Terprogram.
Mekanisme Teknologi PGM-FI dalam Sepeda Motor Honda

Teknologi PGM-FI adalah suatu program elektronik yang dibuat untuk mengatur pasokan bahan bakar dan oksigen secara akurat yang disesuaikan dengan kebutuhan mesin dalam setiap kondisi. Bagaimana bisa akurat dan sesuai kondisi ? Bisa! Karena program ini berjalan dengan mekanisme seperti berikut : berbagai sensor ditempatkan pada bagian-bagian tertentu, yang kemudian akan mengirimkan sinyal pada ECM (Engine Control Module). Kemudian pusat kontrol mesin inilah yang akan memberikan perintah pada komponen-komponen keluaran sehingga menghasilkan energi atau tenaga optimum sesuai dengan kebutuhannya (efisien) dan akhirnya akan mengeluarkan emisi  gas buang yang ramah terhadap lingkungan. 

Berdasarkan hasil riset dan uji coba, teknologi PGM-FI dalam sepeda motor Honda dapat menghasilkan pembakaran yang lebih efisien hingga sekitar 17%, irit bahan bakar. Hal ini disebabkan oleh kemampuan teknologi PGM-FI mengatur komposisi antara asupan (injeksi) bahan bakar dan oksigen dengan sangat optimal. Selain itu, berkat perpaduan kecerdasan sensor oksigen dan catalytic converter, kadar gas buang yang dihasilkan juga dapat ditekan emisinya hingga 90%, dan ini sudah sesuai dengan regulasi Euro-3.

Dengan injeksi bahan bakar terprogram, akselerasi yang lebih responsif akan anda dapatkan.Teknologi yang sama ini juga diterapkan pada motor juara MotoGP. Dan kini Honda menghadirkannya pada sepeda motor kesayangan Anda.
Vario Techno 125 - Salah Satu Sepeda Motor Honda dengan Teknologi PGM-FI

Ada sedikit kekhawatiran konsumen mengenai bahan bakar yang digunakan. Apakah bisa dioptimalkan fungsi PGM-FI jika motor anda hanya menggunakan bensin premium ? Jawabannya : BISA ! Teknologi ini telah didesain Honda agar cocok digunakan untuk jenis bahan bakar apapun, di seluruh SPBU Indonesia.

Dengan berbagai kelebihannya, teknologi PGM-FI pada motor Honda menjanjikan kenyamanan berkendara sekaligus berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan untuk masa depan. Dengan garansi komponen PGM-FI selama 5 tahun atau 50 ribu kilometer, ini semakin menunjukkan keseriusan Honda dalam memproduksi sepeda motor masa depan yang ramah lingkungan.

Dari paparan diatas, terbukti jelas sepeda motor injeksi irit harga terbaik cuma Honda !

Rabu, 23 Maret 2011

Qaddafi dan Amerika Serikat

Siapa yang tidak tahu tokoh yang satu ini, tokoh kontroversial yang kini tengah menyedot perhatian dunia. Muammar Abu Minyar al-Qaddafi. Berikut sedikit cerita Qaddafi dan AS yang disusun dari berbagai sumber :

Qaddafi kecil dan tingkahnya

Terlahir di Surt, Tripolitania, 7 Juni 1942, anak termuda dari sebuah keluarga miskin Badawi (Bedouin) di daerah gurun pasir di Sirte. Ibunya seorang Yahudi yang memeluk agama Islam sejak usia 9 tahun. Kakeknya dibunuh oleh pemerintah kolonial Italia pada tahun 1911.

Dia mengenyam pendidikan SD tradisional yang religius dan pada usia remaja bersekolah di SMU Sebha di Fezzan dari 1956 hingga 1961. Nah, ditempat inilah dia memulai tingkah kontroversialnya. Qaddafi bersama sekelompok kecil teman-teman sekolahnya kemudian membentuk kepemimpinan utama dari sebuah kelompok revolusiner militan yang kelak merebut kekuasaan negara Libya. Inspirasi Qaddafi adalah Gamal Abdul Nasser, seorang negarawan populer yang menguasai Mesir melalui kudeta pada tahun 1954. Karena aktivitas politiknya, pada 1961, Qaddafi dikeluarkan dari Sebha.
Dia kemudian kuliah di Universitas Libya dan memulai mempelajari sejarah dan ilmu politik. Sebenarnya dia adalah penganut Marxisme, tetapi kemudian menolak komunisme karena ajaran Islam yang dianutnya. Di Universitas, dia menjadi terkenal karena dianggap sabagai pembawa masalah karena kutukannya kepada Israel dan Zionisme.

Qaddafi Anti Amerika Serikat

Pada 1963 Dia bergabung dengan Akademi Militer di Benghazi. Bersama beberapa rekan militannya membentuk sebuah kelompok rahasia yang bertujuan menjatuhkan monarki Libya yang pro-Barat. Setelah lulus pada 1965, dia dikirim ke Britania untuk latihan lanjutan, dan kembali pada 1966 sebagai seorang opsir dalam Korps Sinyal.
Pada 1969 Muammar Qaddafi memimpin Revolusi Al Fatah untuk menyingkirkan Raja Idris dan sekaligus menghentikan hubungan Libya-Amerika Serikat. Hubungan bilateral Libya-Amerika Serikat sebenarnya telah dimulai tahun 1951 saat Qaddafi masih duduk di bangku Sekolah Dasar, karena dukungan Amerika Serikat terhadap kemerdekaan Libya.
Sejak 1969, jabatan yang Qaddafi sandang bukan jabatan resmi, tetapi dia menyandang "Guide of the First of September Great Revolution of the Socialist People's Libyan Arab Jamahiriya" atau "Brotherly Leader and Guide of the Revolution". Setelah berkuasa, Qaddafi yang telah berpangkat kolonel melancarkan revolusi budaya yang mengandung inti penyingkiran semua ideologi dan pengaruh yang berbau asing, seperti kapitalisme dan komunisme. Dia kemudian mengembangkan masyarakat baru berdasarkan prinsip-prinsip sosialisme Libya dengan semboyan "sosialisme, persatuan, dan kebebasan". Semenjak ini hubungan kedua negara semakin memburuk dan mencapai titik terendah. Massa yang anti-AS menggelar demonstrasi pro-Iran pada Desember 1979. Akhir dari demonstrasi tersebut adalah aksi pembakaran gedung Kedutaan Besar AS di Tripoli yang dilakukan para demonstran.
Masih pada tahun 1979, pesawat-pesawat tempur AS menembak jatuh dua pesawat tempur Libya di atas Teluk Sidra. Insiden itu memperburuk hubungan kedua negara. Setelah menyatakan bahwa Libya sebagai "negara sponsor terorisme", AS menutup kedutannya di Tripoli pada Februari 1980. Sementara, Libya juga menutup kedutaannya di Washington.
Pada Januari 1986, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan memerintahkan penghentian hubungan dagang dan ekonomi dengan Libya. Langkah ini disusul dengan pembekuan aset-aset Libya di AS. Bukan hanya menutup diplomatik, keuangan dan perdagangan, tapi juga berusaha menyingkirkan Qaddafi. Pesawat-pesawat tempur AS memborbardir Tripoli, Benghazi, dan rumah Qaddafi pada April 1986. Tindakan itu sebagai balasan atas pemboman sebuah diskotek di Berlin Barat yang dipakai sebagai tempat hiburan tentara AS. Gempuran pesawat tempur AS menewaskan setidaknya 15 orang, termasuk putri Qaddafi yang masih kanak-kanak. Posisinya dengan Libya makin tersudut menyusul terjadinya ledakan pesawat Pan AM dengan nomor penerbangan 103 pada Desember 1988. Pesawat yang berangkat dari London menuju New York meledak di atas Lockerbie (Skotlandia) dan menewaskan 259 orang di pesawat serta 11 orang lainnya tewas di darat. Akibat tindakan itu, Dewan Keamanan PBB menerbitkan resolusi 748 dan 883 pada tahun 1992/1993. Isi resolusi itu adalah menjatuhkan sanksi atas Libya, membekukan aset-aset, dan mengembargo perlengkapan penambangan minyak secara selektif.
Tahun 1999, Libya menyatakan bertanggung jawab atas tragedi Lockerbie. Tripoli menyerahkan dua terdakwa peledakan pesawat untuk diadili di Belanda dan bersedia membayar ganti rugi kepada keluarga korban senilai 2,7 miliar dollar AS pada tahun 2003. Atas langkah ini, Dewan Keamanan PBB mencabut sanksi dengan didukung AS. Sikap Washington berubah ketika Qaddafi mengakui bahwa Libya mengembangkan senjata pemusnah massal dan bertekad akan segera memusnahkan semua program pada Desember 2003. Pengakuan dan tekad tersebut mencairkan kebekuan hubungan Tripoli-Washington. Efek dari mencairnya hubungan kedua negara adalah masuknya kembali perusahaan-perusahaan minyak ke Libya.
Pada 2008, Libya membuat marah AS karena menyambut Abdelbaset Ali Mohmet al-Megrahi bak pahlawan. Al Megrahi adalah pembom Lockerbie yang dibebaskan oleh pemerintah Scotlandia dengan alasan kemanusiaan. Megrahi pulang dengan pesawat milik Qaddafi dan didampingi langsung oleh putra Qaddafi, Seif Al-Islam Qaddafi.
Puncak cerita antara Libya dan Amerika Serikat adalah pada tahun 2011 ini dimana Amerika Serikat beserta Prancis, Kanada, Italia, dan Inggris melakukan intervensi militer ke Libya saat rakyat Libya berjuang untuk menuntut revormasi.

sumber : wikipedia, detiknews

Film Kartun dan Klasifikasinya


Film kartun atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-"putar" sehingga muncul efek gambar bergerak. Imajinasi dan daya cipta sang seniman memiliki porsi yang sangat tinggi dalam membuat sebuah film kartun. Ciri khas dari film animasi adalah baik cerita, adegan, tokoh maupun gambar nya begitu bebas dan seringkali melampaui atau menentang batas-batas realita dunia nyata.
Wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik.
b.Klasifikasi Film Kartun
Menurut jenisnya, film kartun terbagi menjadi tiga, yaitu :
1. Film Kartun 2 Dimensi
Film kartun ini adalah jenis film kartun yang banyak ditayangkan di televisi, terbuat dari gambar dua dimensi yang bergerak. Dahulu dibuat berdasarkan sketsa yang digambar oleh seniman dan dimanipulasi sedemikian rupa sehingga seakan bergerak. Seiring dengan kemajuan teknologi, proses pembuatan film kartun jenis ini sekarang sudah menggunakan komputer yang dikombinasikan dengan kreasi seniman. Contoh film kartun jenis ini banyak sekali, seperti : Tom and Jerry, Spongebob Squarepants, Dora The Explorer, Captain Tsubasa, Dragon Ball, dll.
2. Film Kartun 3 Dimensi
Film kartun tiga dimensi atau biasa disebut 3D Animation, adalah produk film kartun yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi komputer. Hampir seluruhnya menggunakan proses pengolahan komputer, baik dalam pembuatan fisik tokoh, adegan, maupun setting suasana film. Film ini dalam banyak hal menggunakan model gerakan manusia atau hewan sebagai dasar pembuatan animasi bergeraknya sehingga terlihat begitu realistis. Contoh film kartun 3D adalah : Madagascar, Finding Nemo dsb.
3. Film Kartun Kombinasi
Film ini mengkombinasikan tokoh/bentuk animasi rekaan dengan manusia dalam sebuah cerita. Biasanya film ini menggunakan teknologi 3D agar interaksi dan tampilan antara manusia dan tokoh animasi dapat dinikmati secara mulus/utuh layaknya sebuah film biasa. Contoh film jenis ini adalah : Transformer, Toy Soldiers, dll

Beberapa puluh tahun yang lalu, tujuan dibuatnya film animasi atau film kartun adalah sebagai tayangan hiburan untuk anak-anak. Seiring dengan perkembangan jaman dan beragamnya jenis hiburan, film kartun atau animasi berubah tidak hanya sebagai tayangan hiburan untuk anak melainkan meluas menjadi konsumsi berbagai usia.
Hal ini menyebabkan film kartun menjadi begitu variatif. Ada yang isi dan temanya untuk anak-anak dan segala usia, ada pula yang konten dan makna nya khusus diperuntukkan bagi konsumen usia dewasa. Oleh karena itulah, seluruh lembaga-lembaga film di berbagai negara memberlakukan sistem rating pada film animasi seperti film pada umumnya.
Di Amerika Serikat, lembaga yang mengatur sistem peringkat film berdasarkan klasifikasi isi dan tema film yang sesuai dengan tingkat umur penonton adalah MPAA (Motion Pictures and Arts Association) dan Asosiasi Pemilik Bioskop Nasional (National Association of Theater Owners).
Berikut klasifikasi rating film menurut MPAA dan NATO, untuk seluruh jenis film termasuk film kartun :

1.G – (General Audiences), Semua Umur.

Dapat di saksikan oleh siapapun tanpa terkecuali hal ini di karenakan film dengan rating ini tidak mengandung unsur adegan tanpa busana, tidak ada unsur seks maupun obat-obatan terlarang, sangat minim adegan kekerasan dan gaya bahasa yang di gunakan tidak boleh kasar. Film dengan rating G inilah yang aman untuk ditonton oleh anak-anak. Contoh film kartun yang termasuk golongan ini adalah : Dora The Explorer, Upin-Ipin, Finding Nemo dll.
2.PG – (Parental Guidance), Bimbingan Orang Tua.
Rating ini berarti menyarankan orang tua untuk mendampingi anak saat menonton film ini, karena orang tua mungkin tidak ingin anaknya melihat beberapa unsur tertentu yang di sajikan. PG rating biasanya mengandung unsur kekerasan, kata-kata yang kurang pantas, ataupun tentang obat-obatan terlarang yang di sajikan secara minimalis (sedikit saja). Biasanya film anak yang tidak lulus rating G paling tidak masuk kategori rating PG ini. Contoh film kartun yang termasuk rating ini adalah : Tom and Jerry, Donald Duck, Dragon Ball, dll.
3.PG 13 – (Parents Strongly Cautioned), Peringatan Keras bagi Orang Tua
Rating ini mewajibkan agar anak dibawah 13 tahun didampingi oleh orangtua saat menontonnya. Hal ini dikarenakan adanya sedikit adegan kekerasan dan darah, ketelanjangan dan seksualitas walaupun samar dan sedikit, penggunaan bahasa dan kata-kata yang dewasa, atau penggunaan obat-obatan. Hampir seluruh film terlaris sepanjang masa masuk dalam kategori ini. Contoh film kartun yang termasuk kategori ini adalah Crayon Shinchan.
4.R – (Restricted), terbatas
Sebuah film dengan rating R mengandung beberapa materi dewasa, termasuk aktivitas dewasa, kata-kata kasar, kekerasan yang mendalam dan berkelanjutan, ketelanjangan yang berorientasi seksual, penggunaan obat atau narkoba dan elemen sejenisnya. Dengan demikian orang tua harus melarang anak-anaknya yang berumur di bawah 17 tahun untuk menonton film dengan rating ini tanpa bimbingan orang tua secara langsung. Para orang tua disarankan untuk mencari tahu bagaimana film tersebut dikategorikan sebagai rating-R untuk menentukan apakah film tersebut pantas untuk anak-anak mereka atau tidak. Secara umum tidak pantas orang tua mengajak anak-anak mereka menonton film yang memiliki rating-R. Contoh film kartun dengan rating ini adalah : The Simpsons.
5.NC – 17 (No One 17 or Under Admitted), Hanya 17 tahun keatas.
Sebuah film dengan rating NC-17 adalah film yang dinilai “terlalu dewasa” untuk anak-anak berusia 17 tahun dan di bawahnya. Tidak boleh ada anak-anak yang menontonnya, mengingat kategori NC-17 dapat mengandung materi-materi yang menjijikan dan bersifat menyerang atau pornografi. Sebuah film NC-17 dapat memiliki materi khusus terkait dengan kekerasan, sex, kelakuan-kelakuan gila di luar kewajaran, penggunaan narkoba, atau elemen-elemen lain yang dapat dinilai para orang tua sebagai terlalu keras, atau melewati batas, untuk dilihat oleh anak kecil. Untuk skala produksi besar, jarang sekali film kartun yang masuk dalam kategori ini. Film dengan kategori ini banyak terdapat di Jepang dengan istilah jenis film hentai.
Di Indonesia, pengaturan sistem rating ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-undang No.33 tahun 2009 tentang Perfilman pasal 7 sebagai berikut :
Film yang menjadi unsur pokok kegiatan perfilman dan usaha perfilman disertai pencantuman penggolongan usia penonton film yang meliputi film:
a.untuk penonton semua umur;
b.untuk penonton usia 13 (tiga belas) tahun atau lebih;
c.untuk penonton usia 17 (tujuh belas) tahun atau lebih; dan
d.untuk penonton usia 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih.

Selasa, 22 Maret 2011

WWD '11 -- World Water Day -- March 22, 2011

The world is celebrating World Water Day on March 22, 2011 with a theme, “Water for People”. An International Day to celebrate fresh water was recommended by the first United Nations Conference on Environment and Development at Rio de Janeiro in 1992. Since then various themes had been floated to celebrate annually and increase awareness on the importance of fresh water resources. It is a fact that two-thirds of Earth’s surface is covered by water however only 3% of it is freshwater.
The remaining 97% is unpotable and is largely uneconomical to treat for drinking. It is estimated that 2% of Earth’s water resource is in the form of permanent ice cover in glaciers and high Himalayas that accounts 69% of the fresh water supply. The remaining 1% is in the form of lake, impoundment and the groundwater. The freshwater is defined as the water containing dissolved salts at a concentration of 1000 mg/L or less. Fresh water is easy to treat and is the most economical source of water supply. Therefore, this resource must be conserved for current and future use of mankind.

The foremost and essential component of human life is water. Water may contain chemical and biological substances which at elevated levels are harmful to human health. Safe water is vital for all life forms. Safe water has been almost unattainable for majority of population in Nepal, despite the fact that all available water in the country is in the form of fresh water and has huge potential for multiple uses, such as hydropower generation, irrigation and consumptive use. Fortunately, we have many springs and rivers in rural Nepal which have originated from Himalayas and are relatively less polluted. One of the main causes of contamination of water source in Nepal is surface runoff and flash floods in summer months due to fecal originated contaminants such as bacteria, viruses and parasites. Every year approximately 30,000 deaths are responsible for water-borne epidemics alone in Nepal 1. Many Nepali women in the rural Nepal spend hours in hauling water from distance for drinking and domestic uses. This article is an authors’ attempt to discuss water crisis in the Katmandu valley in the context of World Water Day celebration.

Water concern in Kathmandu valley has been severe for long time in terms of its availability in quantity and quality. Kathmandu valley inhabits almost 10% of Nepal’s population. The valley which covers Kathmandu, Lalitpur and Bhaktapur Districts occupies, 899 km2 of area is only 0.5% of the country’s land area. With the current growth rate and do-nothing scenario, the population of Kathmandu Valley has been projected as 3.5 million, 5.8 million and 7.2 million by 2015, 2025 and 2030, respectively 2. The land-use pattern of the Kathmandu valley has changed drastically over the recent decades. In one recent study the urban/built up area has been reported to increase from 11% in 1976 to 51.5% in 2009 in Kathmandu metropolis. Similarly, the open area has diminished from 15.3% to 0.3%, and the area of water bodies decreased from 1% to 0.4%. The pattern of these changes has led to reduced water sources. A concrete example of the impact that has been reflected is complete or partial extinction of water from the traditional stone spouts and pools that existed in the valley for years. This means that groundwater has been exploited extremely and it is no longer a viable supply source for the valley. There is very low input from the available surface water sources inside the valley. The Kathmandu Valley is increasingly turning into a Kakakul City 3. Every year a long-que is seen in the streets for water in the standpipe, Dunghe Dhara (Stone Spout) and public taps. The socio-economic cost of time spent for fetching water and health implications due to the unsafe water consumption are beyond our imagination.

Historically, a modern piped water supply system for the Kathmandu valley was introduced in 1891 in the form of Bir Dhara Works. The water demand in those times was met through springs, rivers and shallow dug wells. Dhunge Dharas (Stone Spouts) commonly served water needs of the people in the valley. To meet the increasing demand of water supply another system called Tri Bhim Dhara was established in 1928. Nepal Water Supply Corporation (NWSC) and the Kathmandu Water Management Board were established later in the post-Rana era with the aim to manage water supply in different parts of the country and inside the Kathmandu valley. NWSC has not been able to cope up with the demand for water supply in the valley for several decades now. Assuming current population of the Kathmandu valley of approximately two million and a daily demand rate of 150 litres per capita per day, the total demand is 300 million litres per day (MLD). It has been learned that NWSC can supply only 150 MLD of water in wet weather and 100 MLD in dry weather. It has also been reported that 40% of the water supplied is lost because of the leakage in the distribution system. So the effective water that is reaching the consumers is estimated to be only 90 MLD in wet season and 60 MLD in the dry season. Therefore, the water deficits in the Kathmandu Valley in the wet and dry seasons are close to 210 MLD and 240 MLD, respectively. The people of Kathmandu valley wander around for water in all seasons. The deep groundwater has been exploited as well. This will not last long either. It is learned that there are approximately 6,000 private water supply companies currently operating in the valley selling 25 MLD. Their supply source is either the groundwater or the spring source, which cannot close the huge gap now prevailing between the demand and supply.

Since we have a situation of our majority of groundwater already depleted, the only resource to rely on is surface water that is no longer available inside the valley to meet the growing demand. One of the best alternatives recognized has been diverting Melamchi River to the Kathmandu Valley. The project is still in the pipeline, despite its much hype for nearly two decades now. This author was involved in the feasibility study of Melamchi Diversion Scheme in 1996 to increase water quantity supplying to the Kathmandu Valley under a project funded by the United Nations Development Program (UNDP). Water deficit in meeting the daily demand for domestic use in the valley was already pressing in 1996 and even before. This study also recommended generation of 20 MW electricity at Sundarijal to subsidize the cost of water to the consumers. By 2004, water would have been transmitted via a 28 km tunnel from Melamchi River Intake to the Kathmandu valley if that ambitious plan was implemented in time. Water from Yangri and Larke Rivers would have to be diverted to Melamchi Intake to meet the demand in the Kathmandu valley subsequently. If the author’s estimate is correct, Yangri would be needed to meet the ever increasing demand by 2015. Today, we are already in 2011, and we are not even certain when Melamchi water would reach Kathmandu’s distribution system.

Melamchi Water Supply Project has passed through many obstacles due to various reasons. Lack of clear policy, lack of political will, political instability, insurgency and insecurity might have contributed in delays and execution of the much needed project. The project was priced originally at 464 million US Dollars. The revised cost after the major donors pulled out from the project was 317.3 million US Dollars. The project is expected to complete by 2013. Melamchi will add 170 MLD to the NWSC’s system, still there will be water deficit. This means that the supply of water will still be intermittent. There is high possibility of contamination of treated water in the distribution system as usual.

The World Water Day is being celebrated in Nepal with various programs every year. It is leant that the Government of Nepal in collaboration with various organizations that are celebrating Water week from March 17 to 23, 2011 with various programs. The Small Earth Nepal (SEN) and Center for Research for Environment Energy and Water (CREEW) have organized a conference and talk program entitled, “Challenges and Opportunities for Sustainable Management of Groundwater Resources of the Kathmandu Valley”. This topic sounds very relevant especially for the residents of Kathmandu Valley where the vital resource (groundwater) handed down from their ancient cultural heritage is being extinguished rapidly.

As Nepal is celebrating this important event, the suggestion from experts should be taken seriously and reflected in the program and practice in the implementation phase. Experts opine that one of the reasons of diminishing of groundwater resources in the Kathmandu Valley is rapid urbanization and uncontrolled extraction of groundwater. The Government of Nepal and Municipalities inside the valley should in fact revise their policies and programs that would lead to conserving the resources and cultural heritage. The government and municipalities should also take stern action for those violating the conservation rules and regulations. The other green option would be government buying public land and maintaining them as public parks.

Kathmandu’s water distribution system is already aged and is complex. Even when the water from Melamchi River is diverted, there will be water shortage in the valley right from the beginning. In author’s recent visit to Nepal, he felt that Nepali people have done exceptional job in many sector with very little help from the government. In the context of managing the freshwater resources, the Government of Nepal should formulate a long term and short term strategy. As an example, diminishing freshwater resources is directly linked to the rapid deforestation, unplanned settlement and lack of alternative energy source. The Kathmandu residents need water and they should make all efforts to achieve the goal of meeting their water demand. In order to make a sustainable water supply for the residents of the valley, the water provider NWSC and the government of Nepal should plan properly for the project in view of the ever increasing water demand. The author is not an expert of any economic side of water policy; however government should be able to convince and attract the local business community and commoners to invest in this sector in a public-private partnership (PPP). There is a possibility of making a national water business plan in Nepal because of the country’s rich fresh water reserve. The author is very positive that there are enough resources within the country to achieve the main goal. There seems a lack of confidence among the business community to invest in this sector. The Government of Nepal should create an environment of trust conducive to the investors such that PPP becomes a viable option for sustainable development of this sector. At the same time, the government and the water provider should be able to make this sector cost-effective leading to affordable water charges to the consumers. The tariffs from water charges should be invested back to the same sector for capital recovery and operational sustainability of the facilities. There needs a good will and determination from all quarters (government, non-government sector and the public) while enforcing programs and policies in good governance. Nepal can learn from success stories of many other countries on planning and operation of this sector.

Let us hope that Melamchi would be in Kathmandu’s distribution system no later than in the next five years. Kathmandu residents should be prepared for Yangri and Larke Diversion because these are the only two projects identified which are technically and economically feasible to contribute to Kathmandu’s water supply. These two projects could add 170 MLD each to the Kathmandu’s distribution system. There is a slim chance for Yangri to come to reality in the next 5-10 years. However, this project can be planned for completion latest by 2025. With the current population projection and if Yangri is completed by 2025, NWSC can supply approximately 430 ML of water each day. Each resident of Kathmandu Valley will get approximately 74 litres of water if all projects work as predicted. A major rehabilitation would be needed to the Kathmandu’s main trunk and distribution system as well. Furthermore, If Larke project is in place NWSC would have a total of approximately 600 MLD for supply. NWSC would need to supply approximately 1000 MLD of water by 2030 at a water demand rate of 150 litres per capita per day for a population of 7.2 million. Kathmandu residents need to understand these facts of life and be prepared to plan accordingly. People can do anything if they desire.

On this very occasion of world water day, the author make a wish for the best of Kathmandu Valley residents, proposing a resolution from all quarters for the very cause of water for people.

-------------------------------------------------
source : http://febrisaputra.org/%E2%80%9Cworld-water-day%E2%80%9D-water-for-the-people-of-kathmandu-valley.html

Rabu, 09 Maret 2011

Ketika Buku-buku Pelajaran Diusilin

Buku bagus-bagus gitu dicoret jadi kocak.. hahaha

Cuplikan Percakapan Anak 4L4Y dengan Orang Biasa

gak ada angin gak ada ujan tiba tiba di Hpnya si B (bukan nama sebenarnya, lagian tega amat kalo ada orangtua yang ngasih nama anaknya "Be") muncul sms dr nomer yang gak dikenal....



A = Alluw kag! Leh knal? Ap kBrx?

B = Wa'alaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh. ..
Dengan hormat, sampainya pesan ini, saya akan memberitahukan bahwa kabar saya baik-baik saja....
Maaf beribu-ribu maaf, Ini gerangan nomer siapa ya?
Kok acap kali sms nomernya ga ke save ya? (bales sepanjang mungkin)


A = Owh ea muuph lupa ng@s1h s4L4m,,,, Ini EnDoet LuThuwna EmbeM C@ianK
Cmu@na. Inged gag kag? Eh, kug blzna pjg bgd ch? Gi ng4ps?

B = Yaiyalah panjang.... Lagian ga dibayar perhurup inih! Gw lagi mabok
nerjemahin kata2 lo nih. Keypadnya ilang2an ya? Oh elo.... Eh, siapa tadi?
Tembem semua? Perasaan temen-temen gw kalopun ada yang tembem paling
sebagian dipipi doang. Ga sampe seluruh badan dah.


A = Huft ...Plz dund...bkn t3mb3m cmu4, tp ’emb3m c@iank cMuana’. W AD
klaz xmp lw dlu. J4h@d bgd d3ch......fufufuuu :’(

B = Yeeee mana gw apal. Adek kelas gw kan ada banyak. Bayangin misal
sekelas ada 25 murid cewe. Dikali 9 kelas. Nah, itung ndiri dah tuh ada
berapa! Itu belom dari sekolah2 laen. Mereka kan gw anggep adek kelas gw
semua walopun mereka ga nganggep gw. Coba? Masa iya gw apalin atu2. Lu
kira gw petugas sensus! Eh itu sebenernya huruf ’a’ mau lo ganti apasih?
Jadi angka 4 apa a keong (@)? Satu aja ribet apalagi dua gw bacanya.
Plin-plan lo ah


A = Ea mu’uph kag.... Abzn udh kbi@s44n kag. Jng mrh dund... hix... hix...
Oh ea y.. Kn ad bnyk ea... muv dh muv.. Eh kag, w inged loh qt dlu prNh
kut xkul PeNcak sLt bReng jG.

B= Jorok lo ah

A = Pencak SILAT kak!!!

B = Ooohhh.... Nah itu bisa nulis bener

A = Tp w kluwar paz 5aBuk quNink. Gag kwt. Uji4nna bRad bGd

B = Gw ga pernah ikut pencak silat. Gw ikut cheers. Yang dipaling atas
formasi piramida kan gw. Lagi pula kalo gw ikut pencak silat, sabuknya ga
muat.
A = Iyh yng bn3r kag? Bc4nd@ aj dh wkwkwkwkwkwkwkwkwk! !!

B = Etdah lo ketawanya serem amat kayak burung gagak.

A = Eh kag BTW n0m3r hpx kog ckep amad ch? Ky orangx

B = Nama gw bukan betawi.

A = Mksd w ’by the way’

B = Kenapa emang JALANnya?

A = OMONG-OMONG! !!!

B = Oh... ga tau nih.. Beruntung aja dapet nomer bgini

A = Dpt dri m4n4 kag?

B = Hadiah es orson. Penting amat

A = Kag kuq fesbukx lum d k0nfr1m?

B = Confirm! Bukan Kon-frim! Oh yang foto profilnya dari atas sambil
manyun2 itu lo ya? Gw kira fanpage-nya Suneo. Belom-belom. Ntar deh kalo
angel foto lo udah bener. Eh, unyeng2 lo ada 5 ya? Ampe keliatan. Banyak
amat. Situ pake ekstensen unyeng2?


A = Iyh ka2g bC@nd4 aj@ dh. 1tukan age’ ngetrend kag futu dri @ta5. Mak1n
gaG kli4t@n mukax, makin keyenz!
B = Yaiyalah. Gimana mau keren kalo muka lo keliatan. Coba dong
sekali-sekali foto profilnya diganti pake fotokopi. Burem, perkecil,
bolak-balik. gitu.

A = Mangx uj14n!

B = Biar ga keliatan muke lu. Katanya makin ga keliatan makin kerennn...
Gw yakin asli lo ga sebagus di foto kan? Nih udah gw confirm. Eh, itu
foto2 lo banyak banget yang jari tangan angka satu dimulut. Lagi ngelonin
orok sapa lo? ya ampun.. Lo ga juling foto dari atas semua?

A = Gag. Udh b1aza k0g. Eh, kag mang gi onlen ea? Onlen d kul ap dihumz?

B = Eh kalo bahasa alaynya �onlen di WC SPBU� apaan? Salah semua tuh
option lo

A = Ih... kakak joyokkkk...

B = Kadir ga diajak?

A = Itu Doyok kaaaggg.... Yah, w lgi gaG onlen niyh kag. Cb klo qt sm�
onlen, kn bs chat b4r3ng

B = Kita? Lo aja kali ama kawan2 lo. Lagian yang minta lo biar onlen
sapeh?!


A = Hix..Hix...Jahad :’( Kag kug lum bubu siyh? Kn udh mlm. Mang lum
ngantug ea?

B = Gw ga pernah ikut MLM deh

A = ’Malem’ Kag maksudx....

B = Udah gede ini. Lagian sembari ngelembur ngerjain tugas nih.

A= Cemangadh!

B = Hdagnamec

A = Paan tuch Kag???

B = Tulisan lo gw balik. Bingung gw nanggepin bahasa lo. Eh tulisan lo
bisa di normalin dikit ga? Sedikiiit aja demi gw
A = Oh ea deh kag..

B = Eh, ko gw baca status-status lo semuanya ngambil dari lirik-lirik lagu
ya??? Keabisan ide lo? Mana udah di ’Like’-in sendiri, trus ga ada yang
comment pula.

A = Eaaa... Abisan w suka bgd kag sm lgu it. Co cweet bgd dech. It jga da
lgu� knangan sm mantan w dlu

B = (Emang gw pikirin).

A = Ohiya kag! Bsk lusa jm 9 pgi d �salah satu stasiun tv� nntn w ya!

B = Itu kan acara live musik itu kan?! Yang penontonnya satu panggung sama
artis/bandnya. Trus sambil nari2 kompak banget dibelakangnya. Lo jadi
artis toh sekarang? Grup band lo apa namanya? Salut gw. Pasti lo jadi
vokalisnya ya? Apa lo soloist?

\A = Bukan kag, gw jadi penontonx.

B = Huh?!!!!!!! (Keselek)

A = Ea, yng pnting msk tv kag! Gw ma rombongan udh nyiapin tarianx lho
kag. Biar kompak nnti narix. Nama tarianx �Ngucek-Jemur- Ngucek-Jemur�. Tau
dund kag ky gmana. Gag ngaruh deh mw bandx apa aliranx apa.

B = Trus kalo bandnya metal gimana??? Masa lo mau tetep joget
�Ngucek-Jemur�?


A = Ya gag ap kag. Lgan band metal mah gag mgkin d hadirin kag. Kyk ga tau
aja kag..

B = Yaudah deh, selamat joget ya. Kakak mo tidur dulu. Oia, besok lusa,
pagi2 kakak ga bisa nonton situ joget �Ngucek-Jemur�. Soalnya kakak sibuk
mau bikin anyam2an sedotan. Babay!

A = Bye... Met bubu kag. Eh kag, ntr jm2 bolax pa?

B = Hah?! Lo suka nonton bola pagi2 juga?
A = Yaelah bgadang nntn bola wajar x kag

B = Lo cowo apa cewe sih?!

A = Cow. Mang np?

B = Lah itu foto2 difesbuk?!

A = Itu mantan� w kag. Fto w d album �Juzt Me�

B = ............ ......... ......... .......

A = Kag?

B = Eh iya sori. Udahan dulu ya. Gw baru ngeliat UFO nih. Bye!

sumber